KUPANG. FBC- Tokoh masyarakat Solor di Kupang, Syamsu Bahrini mengaku kaget mengetahui ada bentrok antara warga desa Wulublolong dan Lohayong hingga mengakibatkan tiga korban jiwa. Karena itu dia berharap semua pihak di Solor khususnya dan Flores Timur umumnya harus segera menyelesaikan masalah ini dengan arif dan bijaksana.
Syamsu: Semua Tokoh Lokal harus segera duduk bersama. (Foto: FBC: Bonne Pukan)
“Kita di Solor itu sangat akrab dari dulu sampai sekarang, Tapi kok tiba-tiba ada bentrokan itu. Kawin-mawin, persaudaraan dan kekerabatan di Solor itu sangat bagus dan terjalin selama ini tanpa membedakan suku, agama dan ras. Kita selalu hidup damai. Masalah seperti yang terjadi pada Selasa (5/11) kemarin itu tidak perlu terjadi,” kata Syamsu kepada FBC di Kupang, Jumat (8/11).
Samsu kelahiran Lohayong dan telah purna tugas di Undana Kupang namun masih menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Kupang ini mengatakan, sejak dahulu masyarakat kedua desa ini hidup rukun dan damai,
“Selama ini masyarakat kami disana sangat rukun, tetapi mengapa harus terjadi masalah yang mengorbankan tiga jiwa itu. Saya minta semua pihak di Solor untuk duduk bersama membicarakan masalah ini. Tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh pemangku kepentingan disana harus secepatnya membicarakan masalah ini agar tidak berlanjut,” harapnya.
Dia menyatakan salut atas kesigapan pemerintah Kabupaten dan Provinsi yang langsung menuju lokasi untuk meredam konflik itu. Pihak keamanan juga sudah berada di lokasi sesaat setelah kejadian itu.
Menurutnya kehadiran Wakil Bupati, Valens Tukan ke Lokasi pada hari Rabu (6/11) kemudian disusul dengan kehadiran Gubernur bersama Kapolda dan Danrem Kupang pada Kamis (7/11) itu telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di dua desa tersebut.
“Saya berharap, setelah kehadiran para petinggi daerah ini, tokoh-tokoh lokal harus menindaklanjutinya dengan pertemuan untuk mendekatkan kedua kelompok yang bertikai itu. Saya berharap masyarakat di kedua desa itu kembali hidup rukun dan damai seperti sebelumnya.
Untuk diketahui, bentork yang terjadi di Solor Timur itu mengakibatkan tiga korban jiwa yakni Yoseph Silo Wotan (70), Petronela Ina Koten (80) dan Theresia Barek (70). Pihak keamanan juga sudah diterjunkan ke lokasi bentrok sebanyak 203 orang terdiri dari personil Polri sebanyak 99 orang, Brimob sebanyak 78 orang dan TNI sebanyak 26 orang.
Menurut Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede, SH. MH, suasana di kedua desa itu sudah kondusif dan akan tetap terjaga. (Bonne Pukan)
Related Posts:
- See more at: http://www.floresbangkit.com/2013/11/konflik-solor-harus-segera-diselesaikan/#sthash.ITyIXC0n.VUeo9rSr.dpuf
No comments:
Post a Comment