Sunday, December 1, 2013

Kerusuhan di Pulau Solor, Ratusan Rumah Rusak dan Tiga Tewas

Kerusuhan di Pulau Solor, Ratusan Rumah Rusak dan Tiga Tewas
Metrotvnews.com, Lewoleba: Sebanyak 116 rumah rusak berat, tujuh orang luka berat, dan tiga tewas dalam kerusuhan antarwarga Desa Wulublolong dan Desa Lohayong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/11) kemarin.

Data dihimpun Media Indonesia dari Kepolisian Resort (Polres) Flores Timur menyebutkan, ratusan rumah warga Desa Wulublolong rusak berat akibat dirusak dan dibakar Warga Desa Lohayong.

"Jumlah rumah rusak berat milik warga Desa Wulungblolong 116 buah, dengan rincian, 11 rumah permanen, 80 rumah semi permanen, 25 rumah darurat," ujar Wento, staf Humas Polres Flotim, Kamis (7/11).

Korban luka-luka ada tujuh orang, yakni empat orang dari pihak Desa Lohayong dan tiga korban warga Desa Wulublolong.

Korban asal Desa Lohayong antara lain, Lukman Sangaji, 45. Lukman terkena anak panah yang menancap di pantat sebelah kiri. Faisal Hamid, 19, terkena panah di betis kanan, Abdu Rahman, 18, terkena panah di tangan kiri, Hasbih 23, terkena panah pada pergelangan kaki kanan.

Sementara itu, korban dari Desa Wulublolong adalah Arnoldus Kopong, 45, terkena lemparan batu di dada, Hendrikus Sira, 35, kena panah pada kaki kiri, Petrus Wotan, 63, dibacok di punggung.

Korban meninggal dunia tiga orang, yakni Yosep Sinowotan, 70, asal desa Wulublolong, Petronela Inakoten, 80, asal Wulublolong, terbakar di dalam rumahnya, Teresia Bare, 70, asal Desa Wulublolong.

Hingga hari ini, Kamis (7/11), situasi di Pulau Solor relatif kondusif. Dua pleton Brimob dari Kota Maumere, berikut dua pleton anggota Sabhara, Mapolres Flotim disiagakan di lokasi bentrok. (Alexander P Taum)

Editor: Irvan Sihombing

No comments:

Post a Comment